Oke Sahabat, apa yang kamu pikirkan melihat title
diatas? Oh, saya kan masih sekolah. Yang penting
dapet nilai bagus dulu baru usaha. Atau, ah ga
ngerti tentang yang begituan, belum kuliah udah
ngomongin duit? Santai aja dulu.
Memang sih ga salah kamu mikir kaya gitu. Sikap
seperti itu memang sikap oleh kebanyakan orang
terlebih yang se-usia kamu (sekitar 14-17).
Ternyata wiraswasta berhubungan erat dengan
kehidupan akhirat lho. Salah satu firman Allah
dalam surat Ash-Shaff yang artinya:
Berjuang (jihad) dijalan Allah itu dilakukan
dengan harta kamu dan jiwa atau diri kamu.
Jadi, kalau kita kaya, kesempatan untuk berjihad
semakin luas. Dan semakin sering kita dapat ber-
amal. Kalau kita serba kekurangan, semakin kecil
pula ladang jihad dengan harta. Bukannya
memberi, tapi malah diberi. Emang Mau?
1. Waktu luang.
Kita sudah tau bahwa Indonesia sudah pernah
mengalami krisis pada tahun 1999. Terlebih lagi,
beberapa tahun terakhir negara merah putih ini
sudah di “manfaatkan” oleh negara lain yang
ingin mengambil sumber daya alam(SDA) negara
kita yang sangat kaya ini. Salah satunya yaitu
berada di papua. Ya, di sana terdapat proyek
penambangan emas yang telah di campur tangan
oleh negara lain. Hal tersebut bisa terjadi karena
sumber daya manusia(SDM) kita yang belum
kompeten dalam hal tersebut dan terpaksa
mengajak negara lain untk mengolahnya. Padahal
jika kita melakukannya atau mengolahnya
menggunakan orang kita sepenuhnya. Maka insya
Allah. Negara kita akan menurunkan presentase
kemiskinan yang didapat dari emas tersebut. Para
pemuda kita yang nantinya akan melanjutkan
memimpin bangsa inilah yang menjadi kunci
kesuksesan negara. Nah, ngomongin soal pemuda
nih. Apa kalian tahu apa aja sih yang dilakukan
pemuda-pemudi kita sekarang di waktu luang
mereka?
Sebagian besar dari kita tahu, bahwa para remaja
atau pemuda kita menggunakan luang waktu
mereka digunakan hanya untuk “nongkrong”.
Nongkrong yang sangat negatif yaitu nongkrong
yang ditemani sebatang rokok plus minuman ga
jelas gitu. Nongkrong yang mungkin dilakukan
sebagian besar para remaja kita yaitu ditemani
oleh “HP” dan “komputer”. Bahkan salah satu grup
musik kita menciptakan lagu tentang kegiatan
anak-anak muda sekarang. Ya itu SAYKOJI dengan
judulnya ONLINE. Merupakan kegiatan yang
sering kita lihat bahkan kita lakukan. “siang
malam ku selalu menatap layar terpaku untuk
online online…” itulah hal yang dilakukan oleh
sebagian besar para remaja di waktu luangnya.
Walau ada sebagian yang memang memanfaatkan
waktu luangnya dengan baik.
2. Pandangan islam tentang wiraswasta.
Ternyata dalam sejarah wiraswasta, sebagian besar
para nabi melakukannya. Jadi, memang sebagian
besar nabi adalah pengusaha. Tapi, kita ga
dituntut untuk ini juga koq. Yang penting mencari
nafkah yang halal yang dapat menghidupi diri
sendiri. Bahkan keluarga kalau bisa!
Berikut ini ada beberapa contoh nabi kita yang
menjalankan wiraswasta:
ADAM A.S
Nenek moyang kita, Adam a.s adalah petani yang
sangat gigih dalam berusaha. Bagaimana tidak?
Memangnya zaman beliau udah ada kantor yang
menerima lowongan kerja? Tentu saja tidak, beliau
saja manusia pertama di mukabumi ini.
IDRIS A.S
Nabi Idris a.s merupakan seorang desainer! Beliau
dikenal memiliki keterampilan di tata busana pada
zamannya. Serta beliau adalah seorang penjahit
yang selalu menyisihkan sisa hasil usahanya
untuk diberikan kepada fakir miskin.
DAUD A.S.
Adalah pengrajin daun kurma. Dan dengan
semangat beliau mendorong para pengangguran
untuk memaparkan hasil kerajinan yang beliau
buat.
Dalam menjalankan wirausaha tahap awal yang
sulit atau memang sulit. Kenapa? Karena bagi
Masyarakat awam kebanyakan sulit mencari atau
mendapatkan modal dalam berwirausaha. Nah, apa boleh atau jika modal saja kita sudah tidak punya. Tapi jangan menyerah sebelum bertempur. Menjadi orang sukses itu sulit, tapi akan menjadi lebih sulit jika kita tidak sukses.
RELATIONSHIP dan NAMA BAIK
Relationship merupakan salah satu modal awal yang nggak kalah penting dalam memulai usaha. Silahturahmi membuka pintu rezeki. Jangan lupa sama bunyi hadist di atas. Relationship juga dapat membantu kita dalam rangka melebarkan atau menebar jaring usaha kita ke rekan-rekan kita.
MENENTUKAN REKAN KERJA
Sebenarnya, pada tahap ini tergantung pada jenis usaha kita usaha apa yang akan kita mau jalankan nanti. Seandainya kita belum mampu untuk membuka usaha sendiri, setidaknya kita dapat memasarkan barang orang lain untuk dijual. Inilah fungsi dari relationship diatas.

Ahahaha. . .
Belom ada pikiran lagi apa yak,?
Mantap banget cah